Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Non-subsidi Ikuti Harga Pasar

VoxPop
Kamis, 18 Jun 2026 10:37 WIB
Pertamina Patra Niaga mengatakan penetapan harga Pertamax series pada 10 Juni lalu sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Pertamina Patra Niaga mengatakan penetapan harga Pertamax series pada 10 Juni lalu sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah. (VoxPop/ Adi Ibrahim)
Jakarta, VoxPop --

Pertamina Patra Niaga mengatakan penetapan harga Pertamax series pada 10 Juni lalu sudah mengacu pada mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan penetapan dan penyesuaian harga BBM non-subsidi ini sejalan dengan informasi yang telah disampaikan pemerintah bahwa Pertamax series merupakan BBM non-subsidi yang harga jualnya mengikuti perkembangan parameter pasar sesuai formula yang berlaku.

Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar ditetapkan pemerintah tidak ada perubahan. Selain itu, Roberth menjelaskan secara normal evaluasi harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BBM non subsidi seperti Pertamax series merupakan produk yang harga jualnya disesuaikan dengan perkembangan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi yang memengaruhi biaya pengadaan energi." ujar Roberth dalam keterangan resmi, Kamis (18/6).

"Pada prinsipnya, harga BBM non subsidi dilakukan evaluasi secara berkala setiap bulan sesuai perkembangan parameter keekonomian. Namun demikian, implementasinya tetap memperhatikan kebijakan yang ditetapkan pemerintah," ucapnya menambahkan.

Di tengah kondisi dan dinamika global dimana harga minyak dunia beranjak naik dampak kondisi geopolitik, Pemerintah senantiasa menjaga harga BBM non-subsidi jenis Pertamax series selalu stabil dengan tidak mengalami kenaikan.

Penyesuaian harga yang dilakukan pada bulan Juni untuk BBM jenis Pertamax mempertimbangkan fluktuasi harga pasar internasional, dengan tetap memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di dalam negeri.

Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian.

"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah sekaligus menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk memperoleh informasi dari kanal resmi pemerintah dan Pertamina yaitu Pertamina Customer Solution 135 agar mendapatkan informasi yang utuh dan akurat," ujar Roberth.

(ldy/har) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]