Karya Seni Ganjar Pranowo Jadi Ikon di Biennale Jateng #1

Rizky Sekar Afrisia | VoxPop
Kamis, 10 Nov 2016 18:26 WIB
Karya Seni Ganjar Pranowo Jadi Ikon di Biennale Jateng #1
Ilustrasi pameran lukisan. (Cesaria1/Thinkstock)
Jakarta, VoxPop -- Semarang tak mau ketinggalan memiliki acara seni. Seperti Jakarta, ibu kota Jawa Tengah itu juga punya Biennale. Pameran seni rupa berskala nasional itu digelar sepanjang 1 sampai 15 November di Kota Lama Semarang. Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang membukanya.

Bukan hanya membuka, jiwa seni Ganjar pun tergelitik untuk ikut berpartisipasi. Lukisan yang ditorehkannya pun ikut dipajang di bagian pintu masuk Contemporary Art Gallery Semarang, yang menjadi pusat kegiatan itu. Lukisan Ganjar lantas menjadi ikon acara.

Bukan hanya Ganjar yang memamerkan karyanya di sana. Menurut keterangan pers yang diterima VoxPop.com, ada 82 seniman dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang ikut andil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada pula berbagai komunitas yang diundang untuk turut meramaikan pagelaran seni rupa berbagai karya tersebut.

Terdapat empat bangunan kuno di Kota Lama Semarang yang akan dipergunakan sebagai lokasi pameran. Bukan hanya lukisan bermedia kanvas, ada pula karya seni dengan arang dan kaca.

Lukisan ‘Pemuda 2016 dan Burung-burung’ karya Budi Kustarto menggambarkan serombongan pemuda yang bertempur dalam bayang seorang perempuan. Di atas mereka ada burung-burung.

Lain lagi karya Pramuhendra yang berjudul ‘Nun.’ Karya itu ditampilkan dalam empat bingkai sekaligus. Sementara Entang W memamerkan bahan aluminium cor. Banyak pula karya lainnya.

Ketua Panitia ‘Biennale Jateng #1’ Gunawan Permadi berharap, pameran itu sukses memancing kreativitas seniman di Jateng. Sehingga dua tahun lagi, acara serupa tetap akan meriah.

Ganjar berharap acara itu juga mampu mendatangkan wisatawan. Soal akses dan fasilitas di Semarang, ia tengah memperbaiki sehingga turis lebih betah dan mudah. Selain di Kota Lama Semarang, acara seni juga sedang digalakkan di Borobudur, Karimunjawa, Dieng dan Sangiran. (rsa) Add as a preferred
source on Google