Puisi: Merpati Pos

Deddy Sinaga | VoxPop
Jumat, 30 Des 2016 11:15 WIB
Puisi: Merpati Pos
Foto: Mali Maeder/StockSnap
Jakarta, VoxPop -- Seorang lelaki telah kehilangan kedua kupingnya. Lelaki itu menulis surat kepada pacarnya. Memberitahukan bahwa kuping lelaki itu telah hilang. Merpati pos terbang membawa surat untuk pacar lelaki itu.

Esoknya lelaki itu kehilangan hidungnya. Lelaki itu menulis surat lagi kepada pacarnya. Memberitahukan bahwa hidung lelaki itu telah hilang. Merpati pos terbang membawa surat untuk pacar lelaki itu.

Esoknya lelaki itu kehilangan kedua matanya. Lelaki itu menulis surat lagi kepada pacarnya. Memberitahukan bahwa kedua mata lelaki itu telah hilang. Merpati pos terbang membawa surat untuk pacar lelaki itu.

Esoknya lelaki itu kehilangan mulutnya. Lelaki itu menulis surat lagi kepada pacarnya. Memberitahukan bahwa mulut lelaki itu telah hilang. Merpati pos terbang membawa surat untuk pacar lelaki itu.

Namun perempuan itu tidak pernah membalas surat pacarnya. Lelaki itu bertanya kepada burung merpati pos. “Merpati pos? Mengapa pacar saya tidak membalas surat-surat saya.”

“Oh! Surat anda memang tidak pernah saya kirimkan. Tidak berguna jika anda tidak memiliki semua itu.” Jawab burung merpati pos dengan santai sambil membersihkan bulu sayapnya. (ded/ded) Add as a preferred
source on Google