4 Poin KTT G20 India: Uni Afrika Jadi Anggota sampai Lunak soal Rusia
VoxPop
Senin, 11 Sep 2023 09:49 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Para pemimpin dari grup 20 negara ekonomi besar dunia resmi mengakhiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di India pada Minggu (10/9). (REUTERS/POOL)
Jakarta, VoxPop --
Para pemimpin dari grup 20 negara ekonomi besar dunia resmi mengakhiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di India pada Minggu (10/9).
Pertemuan itu menghasilkan sejumlah dokumen konsensus mulai dari bergabungnya Uni Afrika ke dalam blok hingga soal carut-marut perang Rusia dan Ukraina.
Kelompok yang beranggotakan 55 negara Afrika secara resmi menjadi anggota tetap G20 untuk membuat grup tersebut lebih terwakilkan.
Selama ini, hanya Afrika Selatan yang menjadi anggota G20. Dengan masuknya Uni Afrika ke dalam G20, kelompok ini bakal punya suara yang lebih besar untuk Global South.
Namun, G20 tidak memberikan rincian rencana untuk mengubah kebijakan dan target kemajuan ini. Dalam deklarasi hanya disebutkan bahwa 4 triliun dolar atau setara Rp61,4 kuadriliun dibutuhkan per tahun untuk membayar transisi energi hijau ini.
Berlanjut ke halaman berikutnya >>>
3. Lebih lunak soal perang Rusia-Ukraina
G20 sepakat bahwa tak ada satupun negara yang boleh merebut wilayah lain dengan paksa. Dalam konsensus para pemimpin negara, G20 juga menyoroti penderitaan rakyat Ukraina namun mencoba menghindari kritik langsung terhadap Rusia terkait perang.
Ini merupakan langkah lunak yang diambil G20 setelah pada tahun lalu negara-negara ini mengutuk Rusia atas perang di Ukraina dan menuntut Kremlin angkat kaki dari negara tetangganya tersebut.
Mengutip Reuters, sejumlah diplomat mengatakan deklarasi tahun ini merupakan kesuksesan karena semua orang termasuk Rusia berkomitmen untuk tidak merebut wilayah lain dengan paksa. Rusia sendiri disebut tidak akan pernah mau menerima kecaman langsung soal tindakannya di Ukraina.
Menurut para pejabat, India selaku tuan rumah serta Brasil, Indonesia, dan Afrika Selatan memainkan peran kunci dalam menghindari perpecahan G20 atas konflik Ukraina. Ini mencerminkan peningkatan pengaruh negara-negara berkembang Global South dalam kelompok tersebut.
4. AS, Saudi, dan India sepakati proyek jalur kerja api
Amerika Serikat, India, dan Arab Saudi berencana membangun jalur kereta api dan pelabuhan antara Timur Tengah dengan Asia Selatan yang terhubung ke Eropa.
Ini merupakan kerja sama yang ditawarkan AS guna melawan pengaruh Belt and Road China yang telah menjajaki infrastruktur global. Washington berupaya menjadi mitra alternatif dan investor bagi negara-negara berkembang di kelompok G20.
Kendati begitu, belum ada rincian mengenai pembiayaan maupun kerangka waktu untuk proyek ini.