Netanyahu Ngeyel Tetap Mau Tempatkan Militer Israel di Lebanon

VoxPop
Senin, 22 Jun 2026 13:10 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends the annual ceremony on the eve of Israel's Remembrance Day for fallen soldiers (Yom HaZikaron) at the Yad LaBanim Memorial in Jerusalem on April 20, 2026. (Photo by Marc Israel SELLEM / POOL / AFP)
PM Israel Benjamin Netanyahu sebut militernya akan tetap berada di Lebanon selatan. Foto: AFP/MARC ISRAEL SELLEM
Jakarta, VoxPop --

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan militer Israel akan tetap berada di Lebanon selatan "selama diperlukan" dan akan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi penduduk (Israel) utara yang kami cintai dan semua warga Israel. Tidak ada yang akan mengubah komitmen itu," kata Netanyahu dikutip AFP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan mengenai Iran: apa pun perkembangan politik yang mungkin terjadi, saya tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir. Selama saya menjabat sebagai perdana menteri Israel, itu tidak akan terjadi," imbuh Netanyahu.

Dalam kesempatan terpisah, dia juga menegaskan kembali bahwa perang Timur Tengah telah mencapai tujuan utama Israel, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

"Kami mencegah Iran melaksanakan rencana untuk memusnahkan kami dan hari ini mereka akan memiliki bom atom untuk melakukannya," kata dia.

"Kita mencegah hal itu terjadi. Kita menghilangkan bahaya eksistensial. Seandainya kita tidak bertindak, Iran akan memiliki bom atom dan izinkan saya mengatakan sesuatu, mereka akan menggunakannya. Itulah yang kita cegah," ujarnya.

Netanyahu mengatakan serangan gabungan AS dan Israel telah memberikan pukulan berat kepada Korps Garda Revolusi Iran, yang mungkin "tidak akan pulih dalam waktu lama".

"Karena begitu Anda memberikan pukulan-pukulan ini dan begitu keretakan antara rezim dan rakyat begitu dalam, Anda tidak dapat mengatakan kapan rezim seperti itu akan jatuh. Saya pikir kita telah menciptakan kondisi agar rezim itu jatuh," kata dia.

Netanyahu juga menyebut pasukan Israel menargetkan "teroris Hizbullah" di Lebanon, sambil berupaya meminimalkan korban sipil.

"Ketika wakil Iran tidak lagi menjadi ancaman, ketika negara itu dibubarkan, ketika senjatanya dilucuti, ya, kita akan berdamai dengan Lebanon, dan saya berharap dapat menandatanganinya," ujar Netanyahu.

Hizbullah telah menarik Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret ketika kelompok militan yang didukung Iran itu menembakkan roket ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan AS-Israel.

(dna) Add as a preferred
source on Google