Gempa Venezuela, AS Kirim 2 Kapal Perang dan Bantuan Rp2,6 Triliun

VoxPop
Jumat, 26 Jun 2026 09:35 WIB
AS segera mengirim dua kapal perang, pesawat angkut militer dan helikopter, serta memobilisasi bantuan Rp2,6 triliun untuk korban gempa Venezuela.
AS segera mengirim dua kapal perang, pesawat angkut militer dan helikopter, serta memobilisasi bantuan setara Rp2,6 triliun untuk korban gempa Venezuela. (REUTERS/Maxwell Briceno)
Jakarta, VoxPop --

Amerika Serikat segera mengirim dua kapal perang, pesawat angkut militer dan helikopter, serta memobilisasi bantuan senilai US$150 juta atau setara Rp2,6 triliun untuk penanganan pasca-gempa Venezuela.

Venezuela diguncang 'gempa kembar' berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 pada Rabu (24/6) malam waktu setempat. Gempa dahsyat tersebut membuat Caracas dan sejumlah kota di Venezuela porak-poranda dan menewaskan 235 orang sejauh ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komando Teritorium Selatan militer AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya akan memberikan dukungan untuk tim pencarian dan penyelamatan serta "mitra antarlembaga AS saat mereka menilai kerusakan, menemukan korban luka, dan memberikan bantuan penting yang menyelamatkan nyawa."

Dukungan militer yang akan dikerahkan termasuk kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale dan kapal tempur pesisir USS Billings (LCS 15) serta pesawat angkut C-17 Globemaster dan C-130 Hercules.

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri mengumumkan paket bantuan akan mencakup US$50 juta dalam bentuk hibah bilateral baru kepada kelompok-kelompok penyalur bantuan yang sudah bekerja di Venezuela, serta kontribusi US$100 juta untuk dana kemanusiaan PBB bagi negara tersebut.

Pendanaan tersebut akan mendukung sejumlah organisasi termasuk World Vision, Samaritan's Purse, Catholic Relief Services, International Medical Corps, Organisasi Internasional untuk Migrasi, dan Program Pangan Dunia, kata departemen tersebut.

Washington juga mengerahkan Tim Tanggap Bencana dan dua unit pencarian dan penyelamatan perkotaan dari Fairfax County, Virginia, dan Los Angeles County, California.

"Kami memiliki respons seluruh pemerintah. Ini akan besar, cepat, dan efektif," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam kunjungannya ke Bahrain, dikutip dari AFP.

Rubio juga mengatakan kepada wartawan bahwa militer Amerika akan memainkan "peran logistik yang besar."

Para pejabat Kementerian Luar Negeri AS mengatakan Washington berkoordinasi dengan otoritas sementara Venezuela, mitra bantuan, dan pihak swasta untuk menilai kebutuhan dan memberikan bantuan pada hari-hari pertama yang krusial setelah bencana.

AS langsung merespons cepat bencana Venezuela saat hubungan Washington dan Caracas membaik usai penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro pada Januari.

Pemerintahan Trump mulai bekerja sama dengan pemerintah sementara yang dipimpin oleh Delcy Rodriguez.

Amerika Serikat bergabung dengan upaya bantuan internasional yang semakin bertambah.

Spanyol, Prancis, Jerman, Swiss, Belanda, Meksiko, Brasil, Kolombia, Chile, Kuba, dan negara-negara lain telah menawarkan bantuan berupa tim penyelamat, tenaga medis, pesawat terbang, atau pasokan kemanusiaan.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]