AS dan Iran Sepakat Setop Saling Serang, Lanjut Perundingan Damai

VoxPop
Senin, 29 Jun 2026 06:30 WIB
Bahrain civil defence and rescue personnel work in a residential building, which according to the Bahraini Interior Ministry, was hit by an Iranian drone, in Muharraq, Bahrain, June 28, 2026. Bahrain Police Media/Handout via REUTERS    THIS IMAGE HAS
Penampakan kehancuran di Bahrain dalam serangan terbaru Iran pada Minggu (28/6). Foto: via REUTERS/BAHRAIN POLICE MEDIA
Jakarta, VoxPop --

Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat untuk menghentikan serangan terbaru mereka di Selat Hormuz akhir pekan kemarin, dan melanjutkan pembicaraan perdamaian.

Laporan Axios yang mengutip seorang pejabat AS mengatakan kedua pihak berencana untuk bertemu pada Selasa (30/6) di Qatar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelanjutan negosiasi ini dilakukan beberapa hari setelah AS meluncurkan serangan, yang disebut sebagai balasan atas gempuran Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz pada Kamis (25/6).

Iran juga meluncurkan rudal dan drone ke situs militer AS di Kuwait dan Bahrain pada Minggu (28/6) pagi, tak lama setelah Presiden Donald Trump mengancam bakal melenyapkan kepemimpinan Iran jika tak patuh pada kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Militer AS sebelumnya mengakui telah menyerang Iran lagi, beberapa jam setelah sebuah kapal tanker dihantam di Selat Hormuz.

"Mungkin akan tiba saatnya kita tidak lagi mampu bersikap rasional, dan akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kita mulai dengan sangat sukses," kata Trump.

"Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!" imbuhnya, dilansir Reuters.

Satu jam usai cuitan Trump ini, militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya telah menangkis serangan rudal dan drone, sementara Bahrain mengatakan sirene telah berbunyi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengakui angkatan laut dan angkatan udaranya meluncurkan operasi rudal dan drone, yang menargetkan situs militer AS di Kuwait dan Bahrain.

imbasnya, Iran membatalkan pembicaraan teknis dengan AS yang seharusnya digelar pada Minggu (28/6), dengan alasan serangan baru-baru ini terhadap negara itu dan syarat-syarat kesepakatan damai yang belum terpenuhi.

(dna) Add as a preferred
source on Google