Iran Tolak Pihak Asing Ikut Campur Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz

VoxPop
Rabu, 01 Jul 2026 11:21 WIB
Iran's foreign ministry spokesman Esmaeil Baghaei holds a weekly press conference in Tehran on October 28, 2024. Israel on October 26 launched air strikes on military sites in Iran, risking further regional escalation more than a year into the Gaza w
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei. Foto: AFP/ATTA KENARE
Jakarta, VoxPop --

Iran menolak usulan soal pembersihan ranjau di Selat Hormuz dilakukan pihak ketiga.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan pembersihan ranjau harus sesuai nota kesepahaman (MoU) yang sudah disepakati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembersihan ranjau di Selat Hormuz diatur oleh nota kesepahaman terkait, dan Teheran tidak melihat perlunya intervensi pihak ketiga," kata Baghaei pada Senin (30/6), dikutip Al Jazeera.

Menyoal pembersihan ranjau di Selat Hormuz tertuang dalam poin 5 MoU AS-Iran, yang menyatakan lalu lintas kapal akan dimulai kembali dan pembersihan ranjau akan diselesaikan Iran dalam waktu 30 hari.

Klausul itu berarti, Iran diberi hak dan kewajiban membersihkan ranjau di selat tersebut. Mereka juga berhak menolak campur tangan militer negara lain untuk tindakan pembersihan itu.

MoU itu sudah ditandatangani Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara elektronik di lokasi masing-masing, tanpa tatap muka.

Komentar jubir Kemlu Iran itu muncul usai Presiden Emmanuel Macron mengatakan Prancis sudah memutuskan untuk bekerja sama, berkoordinasi dengan mitra dalam upaya pembersihan ranjau di selat Hormuz.

"Untuk mengamankan jalur maritim dan memastikan jalur bebas dan tanpa syarat melalui Selat Hormuz," kata Macron.

Sebelum MoU diteken, AS dan sejumlah negara Barat sudah menyampaikan kekhawatiran mereka soal ranjau di Selat Hormuz. Sejumlah negara bahkan sempat menggelar pertemuan militer khusus di Inggris untuk membahas keamanan dan pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi perhatian dunia usai AS dan Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari. Sebagai bagian dari pembalasan, Teheran menutup selat tersebut.

(isa/dna) Add as a preferred
source on Google