Ogah Bikin Dekrit Demi Piala Dunia, Presiden Ini Mundur Jadi Host

VoxPop
Rabu, 01 Jul 2026 15:05 WIB
Kolombia adalah satu-satunya negara yang memilih mundur sebagai tuan rumah di Piala Dunia 1986.
Ilustrasi bendera Kolombia. (REUTERS/SERGIO ACERO)
Jakarta, VoxPop --

Kolombia adalah satu-satunya negara yang memilih mundur sebagai tuan rumah di Piala Dunia 1986.

Padahal, organisasi sepak bola FIFA sudah menetapkan sejak 1974.

Alasan mendasarnya adalah karena kondisi keuangan negara yang morat-marit di tambah perang melawan kartel narkoba yang memakan banyak biaya. ‎Akhirnya pada 25 Oktober 1982, Kolombia secara resmi menolak untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 1986.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Presiden Belisario Betancur dengan tegas mengeluarkan pengumuman.

"Kami tidak akan menyelenggarakan Piala Dunia FIFA 1986 di Kolombia," katanya dikutip dari Colombia One.

Penolakan bersejarah ini menjadikan Kolombia satu-satunya negara yang pernah melepaskan hak menjadi tuan rumah Piala Dunia. ‎

"Kita memiliki banyak hal lain yang harus dilakukan di sini, dan tidak ada waktu untuk memperhatikan kemewahan FIFA dan para mitranya," ujar Presiden Betancur.

FIFA minta dekrit

Pada awal tahun 1980-an, tuntutan kontrak FIFA jauh melebihi kapasitas keuangan dan infrastruktur negara tersebut.‎

Di antara tuntutan mewahnya, FIFA mengharuskan Kolombia untuk segera menerapkan jaringan televisi berwarna canggih dan memberikan pembebasan pajak total untuk operasionalnya.

Spesifikasi akhir menuntut 12 stadion dengan kapasitas minimum 40.000 penonton untuk fase pembukaan, 4 stadion dengan kapasitas minimum 60.000 untuk fase kedua, dan 2 tempat besar berkapasitas 80.000 untuk pertandingan pembukaan dan penutupan.

Lebih lanjut, FIFA mewajibkan Kolombia untuk membangun menara komunikasi canggih di Bogotá dan membekukan sepenuhnya tarif hotel dalam mata uang lokal untuk afiliasi FIFA, efektif mulai 1 Januari 1986.

Tuntutan tersebut tidak berhenti sampai di situ. FIFA mengharapkan pemerintah Kolombia untuk mengeluarkan dekrit yang melegalkan peredaran mata uang asing tanpa batasan dan menyediakan armada limusin mewah yang memadai untuk para eksekutif sepak bola.

Presiden Betancur menolak mengeluarkan dekrit yang melegalkan peredaran bebas mata uang asing itu.

Sementara Kolombia mengontrol ketat terhadap mata uang asing yang diatur melalui undang-undang seperti Decreto ley 444 de 1967 yang secara komprehensif mengendalikan lalu lintas pertukaran mata uang asing.

Penolakan ini adalah bagian dari alasan utama mengapa Kolombia akhirnya mundur sebagai tuan rumah Piala Dunia 1986.

Sementara di masa pemerintahannya, Betancur diuji oleh peristiwa berdarah penyerbuan Istana Kehakiman oleh kelompok gerilyawan M-19 pada tahun 1985 dan letusan gunung berapi Armero.

Namun ia berhasil menyelesaikan masa jabatannya pada tahun 1986 sesuai konstitusi dan kemudian hidup damai di luar hingar-bingar politik hingga akhir hayatnya. Belisario Betancur wafat pada 7 Desember 2018 di usia 95 tahun.

(imf/bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]