Prabowo Terima Kunjungan Balasan Presiden Belarus Lukashenko
Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7).
Iring-iringan kendaraan yang membawa Lukashenko tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.25 WIB setelah terlebih dahulu berkeliling kawasan Monumen Nasional (Monas). Sebanyak 80 pasukan berkuda diikuti 17 pasukan motoris mengawal rombongan tamu negara itu hingga memasuki halaman Istana Merdeka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setibanya di lokasi, Lukashenko disambut langsung oleh Prabowo di halaman depan Istana Merdeka. Kedua kepala negara kemudian berjabat tangan sebelum mengikuti rangkaian upacara penyambutan kenegaraan.
Prosesi penyambutan turut dimeriahkan barisan pasukan kehormatan, siswa sekolah dasar (SD) yang mengibarkan bendera Indonesia dan Belarus, serta penampilan Tari Enggang dari Kalimantan Timur.
Tarian tradisional Suku Dayak Kenyah itu lazim dipentaskan untuk menyambut tamu sebagai simbol penghormatan, keanggunan, dan keramahan masyarakat Dayak.
Upacara kenegaraan kemudian dimulai dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan Indonesia dan Belarus yang diiringi 21 dentuman meriam sebagai penghormatan bagi Presiden Belarus. Setelah itu, Prabowo dan Lukashenko melakukan inspeksi pasukan kehormatan.
Selanjutnya, kedua pemimpin negara saling memperkenalkan anggota delegasi masing-masing sebelum memasuki Ruang Kredensial untuk sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu kenegaraan.
Tampak mendampingi Prabowo dalam penyambutan tersebut antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Selain itu ada pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Usai prosesi penyambutan, Prabowo dan Lukashenko dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral untuk membahas penguatan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.
Sebelum upacara penyambutan berlangsung, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan kenegaraan balasan setelah Prabowo lebih dulu melawat ke Belarus pada 15 Juli tahun lalu.
Menurutnya, hubungan kedua negara kini memasuki tahap yang lebih intensif melalui peluncuran roadmap kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
Sugiono mengatakan pemerintah akan memprioritaskan kerja sama yang sejalan dengan agenda Presiden Prabowo, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi. Selain itu, Indonesia dan Belarus juga akan memperluas kerja sama di sektor pertanian, termasuk perdagangan sejumlah komoditas serta bahan baku pupuk.
Kunjungan kenegaraan ini juga diharapkan semakin mempererat hubungan Indonesia dan Belarus yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang, terutama di sektor perdagangan, pertanian, ketahanan pangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta investasi.
Belarus merupakan salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota utama Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Indonesia dan EAEU sebelumnya telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Indonesia-EAEU Free Trade Agreement) pada Desember 2025.
(del/dna) Add
as a preferred source on Google

