Bagaimana Iran Mempersiapkan Pengamanan Ketat Pemakaman Ali Khamenei?
Iran saat ini sedang sibuk mempersiapkan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi, yang tewas dalam operasi brutal Amerika Serikat dan Israel pada Februari lalu, Ayatolllah Ali Khamenei.
Serangan itu tak cuma menyebabkan Khamenei tewas. Namun, anak perempuan, cucu, dan menantu laki-lakinya ikut kehilangan nyawa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum dikebumikan, jenazah Khamenei akan terlebih dahulu disemayamkan di Teheran untuk memberi kesempatan warga memberi penghormatan terakhir.
Secara lebih rinci, jenazah Khamenei akan disemayamkan di Masjid Agung Imam Khomeini pada 4 dan 5 Juli.
Prosesi pemakaman kemudian akan digelar di Teheran pada 6 Juli, diikuti dengan upacara di Qom pada 7 Juli serta di kota-kota suci Irak, Najaf dan Karbala, pada tanggal 8 Juli.
Tahap akhir rangkaian upacara pemakaman akan berlangsung pada 9 Juli di kota suci Mashhad.
Bagaimana persiapan Iran agar pemakaman Khamenei tetap aman?
Kerahkan kendaraan militer
Menurut laporan Al Jazeera, pos pemeriksaan polisi, kendaraan militer, hingga poster-poster mulai bermunculan di seluruh sudut Teheran pada Jumat (3/7) dini hari waktu setempat.
Jenazah Khamenei tiba di Masjid Agung Teheran pada Jumat. Dari foto yang beredar, tampak militer Iran lengkap dengan senjata sudah berjaga di masjid tersebut.
Kantor pemerintah dan publik tutup
Para pejabat juga sudah memerintahkan kantor-kantor publik dan swasta di Teheran untuk tutup mulai Sabtu hingga Senin. Mereka juga telah memberlakukan pembatasan lalu lintas yang akan menghalangi kendaraan pribadi memasuki sebagian besar pusat kota.
Wilayah udara ditutup
Mulai Jumat, wilayah udara Teheran akan ditutup sebagian dan akan ditutup sepenuhnya pada Senin.
Menetapkan hari libur
Teheran, Qom dan Mashad, juga akan memberlakukan hari libur nasional selama upacara tersebut. Qom dan Mashad dijadwalkan akan menjadi tuan rumah tahapan selanjutnya dari prosesi pemakaman dan penguburan.
Ancam AS-Israel
Komandan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, Ali Abdollahi, mengatakan Iran akan mengambil langkah tegas jika AS-Israel tetap meluncurkan operasi.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya AS dan rezim Zionis untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," ujar Abdollahi pada Kamis (2/7), dikutip Reuters.
(isa/bac) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


