Gelombang Panas Mulai Melanda AS, Ancam Piala Dunia

VoxPop
Sabtu, 04 Jul 2026 18:20 WIB
Gelombang panas melanda AS, mengancam perayaan kemerdekaan dan Piala Dunia 2026.
Gelombang panas melanda AS, mengancam perayaan kemerdekaan dan Piala Dunia 2026. (Foto: REUTERS/Jordan Tovin)
Jakarta, VoxPop --

Gelombang panas mulai melanda sebagian besar wilayah Amerika Serikat pada pekan ini dan mengancam pelaksanaan gelaran Piala Dunia 2026.

Peneliti cuaca ekstrem dan kebakaran hutan di Imperial College London, Theodore Keeping menyebut gelombang panas tersebut disebabkan oleh krisis iklim.

Ia memperingatkan jika suhu tinggi itu dapat mengancam perayaan Hari Kemerdekaan ke-250 Amerika Serikat dan pertandingan Piala Dunia yang berlangsung akhir pekan ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iklim yang dimiliki negara ini saat ini pada dasarnya berbeda dari iklim yang ada ketika para pendiri bangsa menandatangani Deklarasi Kemerdekaan," ujarnya, melansir The Guardian, Jumat (3/7).

Melansir The Guardian, analisis dari World Weather Attribution, sebuah konsorsium internasional para peneliti iklim, melaporkan tekanan tinggi atau heat dome membawa kondisi panas dan lembap ke wilayah yang luas di bagian tengah dan timur Amerika Serikat, serta wilayah selatan Kanada.

Analisis itu menyebutkan bahwa bahkan di tengah krisis iklim yang terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, gelombang panas seperti ini masih tergolong langka, dengan perkiraan frekuensi sekitar satu kali dalam 200 tahun.

Kendati demikian, para peneliti menemukan jika emisi yang memanaskan planet tidak menyebabkan suhu Bumi meningkat sebesar 1,4 derajat Celsius. Peristiwa seperti ini diperkirakan tidak akan terjadi bahkan satu kali pun dalam rentang waktu ribuan tahun.

Sementara itu, suhu udara melonjak tajam di ibu kota Amerika Serikat, Washington DC, ketika ribuan orang berkumpul untuk merayakan peringatan 250 tahun kemerdekaan.

Pada pukul 13.00 waktu setempat hari Jumat, berbagai acara di ajang yang disebut Great American State Fair ditunda hingga pukul 17.00, dan para pengunjung diarahkan untuk meninggalkan lokasi.

NBC Washington melaporkan bahwa lebih dari selusin peserta mendapatkan perawatan akibat penyakit dan cedera terkait panas, sementara 11 orang telah dilarikan ke rumah sakit dari lokasi acara sebelum penutupan dilakukan.

Pertandingan Piala Dunia disebut juga akan mengalami dampaknya. Pertandingan Prancis melawan Paraguay di Philadelphia pada hari Sabtu diperkirakan berlangsung dalam tingkat panas ekstrem.

Di sisi lain, Dinas Cuaca Nasional (NWS) Amerika Serikat menyebut suhu diperkirakan mencapai 40,5 derajat Celsius dengan kemungkinan terpecahkannya sejumlah rekor suhu harian, bulanan, bahkan rekor sepanjang masa di beberapa lokasi.

NWS menyatakan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit yang berkaitan dengan panas, terutama bagi kelompok rentan dan mereka yang tidak memiliki akses terhadap pendinginan yang memadai.

(tfq/dmi) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]