Trump Ancam Habisi Pelayat Ali Khamenei, Ini Respons Iran

VoxPop
Minggu, 05 Jul 2026 10:54 WIB
Kedutaan Besar Iran di Armenia menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku bisa saja
Ilustrasi. Kedutaan Besar Iran di Armenia menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku bisa saja "melenyapkan semua orang" dalam prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. REUTERS/Alkis Konstantinidis
Jakarta, VoxPop --

Kedutaan Besar Iran di Armenia menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengaku bisa saja "melenyapkan semua orang" dalam prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Melalui unggahan di media sosial X, Kedutaan Besar Iran di Armenia menyatakan bahwa membunuh seseorang tidak akan mampu menghapus cita-cita yang diperjuangkannya.

"Orang bisa dibunuh, tetapi cita-cita tidak bisa dimatikan. Anda membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi pada kenyataannya Anda hanya memecahkan sebotol parfum yang aromanya menyebar ke mana-mana. Anda tidak memahami hal-hal seperti ini karena Anda tidak memiliki peradaban, sejarah, maupun kehormatan," tulis Kedutaan Besar Iran pada Minggu (5/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu merupakan respons terhadap wawancara Trump dengan media Axios. Dalam wawancara tersebut, Trump mengaku bisa saja "melenyapkan semua orang" yang menghadiri prosesi pemakaman Khamenei.

"Mereka semua ada di sana. Satu tembakan saja [dan kami bisa melenyapkan mereka semua], tetapi kami tidak akan melakukannya karena setelah itu tidak akan ada lagi yang bisa diajak bernegosiasi," kata Trump seperti diberitakan Axios pada Sabtu (4/7).

Trump juga mengaku heran melihat banyak warga Iran menangis dalam prosesi pemakaman tersebut. Menurutnya, ia mengira masyarakat Iran membenci Khamenei.

Ayatollah Ali Khamenei merupakan korban meninggal akibat serangan udara Israel dan AS di Teheran pada 28 Februari lalu.

Ali Khamenei rencananya akan dimakamkan di Kota Mashhad pada 9 Juli. Pemerintah Iran juga menggelar upacara penghormatan terakhir pada Sabtu (4/7) di Teheran dan di Kota Qom pada 7 Juli.

Pihak berwenang Iran memperkirakan jutaan pelayat akan turun ke jalan selama enam hari, menjadikan pemakaman tersebut salah satu peristiwa dunia yang paling banyak dipantau.

Banyak poster dan papan reklame raksasa terpasang di seluruh Iran yang menampilkan mendiang Khamenei.

(van/mik) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]