Pendiri Yayasan Sekolah Harapan Ibu Buka Suara soal Temuan 995 Senjata
Pendiri Yayasan sekolah Islam Harapan Ibu di Jakarta Selatan (Jaksel), Yan Sofyan Syafe'i, buka suara soal temuan 996 senjata dalam ruang mantan Ketua Yayasan sekolah swasta tersebut.
Sofyan mengaku sedih dengan temuan itu. Dia berharap ke depan masalah tersebut bisa segera diatasi.
"Kami selaku pendiri yang mendirikan sekolah ini merasa bersedih sekali dengan adanya hal seperti ini tetapi insya Allah seperti yang tadi saya utarakan mudah-mudahan semua itu dapat diperbaiki dengan sebaik-baiknya," kata Sofyan dalam jumpa pers di Jakarta seperti dikutip dari detikcom, Minggu (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kuasa hukum yayasan sekolah, Alvon Kurnia Palma meminta agar tudingan ratusan senjata untuk kegiatan ekstrakurikuler dibuktikan. Dia meminta agar klaim tersebut tak dibuat-buat.
"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan. Tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi suatu hal-hal yang melegitimasi sesuatu hal yang sebenarnya tidak benar," ujar Alvon.
Bantah sengketa yayasan
Alvon sekaligus membantah klaim sengketa kepemilikan yayasan tersebut. Dia membantah ada konflik kepentingan di antara para pendiri yayasan.
"Tak ada konflik dalam artian di antara pendiri yayasan itu sendiri. Itu terbukti, pada saat ini sudah ada salah satu pendirinya-selain dari Bapak Adam Malik, mantan Wakil Presiden-kemudian juga dengan Bapak Mahwardi Labae, serta Bapak Suryo yang dituduh kemarin-kemarin itu," katanya.
Menurut Alvon, sekolah tersebut didirikan untuk memberikan pendidikan. Oleh karena itu, pihaknya ingin memastikan sekolah kembali ke tujuan awal pendirian.
"Pada saat ini tidak ada konflik di antara pendiri itu sendiri. Nah, oleh sebab itu kami ingin menyampaikan bahwa visi-misi dari pendiri tetaplah bagaimana mencetak anak yang saleh sebagai suatu harapan," katanya.
Respons soal ekskul menembak
Pihak yayasan juga menyinggung soal penemuan senjata di lingkungan sekolah yang dikaitkan dengan ekstrakurikuler (ekskul). Ia meminta klaim tersebut dibuktikan dan jangan mencari-cari alasan mengenai hal tersebut.
"Ketika ada yang mengatakan bahwa ini merupakan kegiatan ekstrakurikuler dan itu sudah disetujui, tolong dibuktikan. Jangan sampai ini menjadi hal-hal yang melegitimasi sesuatu yang sebenarnya tidak benar," ucap Alvon.
Ia pun menyinggung soal Pak Suryo, yang merupakan pembina yayasan dan diklaim mengetahui soal ekstrakurikuler tersebut. Menurutnya, kondisi Pak Suryo saat itu sudah berusia lanjut sehingga ada keterbatasan untuk menyetujui dan mengetahui masalah tersebut.
"Perlu diketahui bahwa ketika itu Pak Suryo sudah berumur 104 tahun. Bukan menafikan kemampuan, tetapi pada saat itu untuk Pak Suryo sendiri untuk memahami, mengetahui, dan menyetujui suatu usulan itu ada persoalan. Ada keterbatasan-keterbatasan ketika itu," katanya.
"Jangan mencari alasan-alasan yang sebenarnya tidak ada. Nah, dengan demikian makanya tolong itu dibuktikan nantinya," tambahya.
Sekolah terapkan PJJ
Imbas polemik tersebut, pihak sekolah akan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk sementara. Kebijakan itu diberlakukan sepekan mulai Senin besok.
"Kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak, sementara waktu sekolah itu di-PJJ atau pendidikan jarak jauh," kata Alvon.
Selama penerapan PJJ, mereka meminta polisi melakukan sterilisasi. Alvon menilai sterilisasi perlu dilakukan agar tidak ada kesan buruk yang ditinggalkan sekolah tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin Alhadid Endar Putra yang mengaku sebagai pemilik senjata menuturkan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 (senpi) itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi.
"Airsoft gun, 995 (senpi) ya. Semua ada izinnya kok gitu," lanjutnya.
Alhadid mengklaim ratusan senjata itu disimpan di gudang sekolah berkaitan dengan rencana kegiatan ekstrakurikuler menembak target di sekolah tersebut.
"Pertanyaannya, kenapa ada di sekolah yayasan, alasannya karena tahun 2020 itu ada kerja sama kita dengan Pak Suryo, dia pembina juga di yayasan tersebut. Waktu itu kita sepakat mau bikin ekskul menembak untuk atlet muda bertepatan dengan Asian Games, menembak target itu lho, yang dipencet jalan kertasnya," imbuhnya.
Senjata yang ditemukan di antaranya merupakan empat laras panjang, dua laras pendek, peredam, tujuh magasin berbagai jenis, dan sejumlah amunisi dengan berbagai kaliber.
Kemudian, ditemukan juga beberapa unit airsoft gun berbentuk FN P90, AK-47 dan M4 Carbine, taser gun, alat pembuat peluru, hingga buku panduan pembuatan peluru.
[Gambas:Video CNN]



