Pochettino Puji Timnas AS Habis-habisan setelah Kartu Merah Balogun
Timnas Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan USMNT sukses melenggang ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Bosnia Herzegovina 2-0 pada Kamis (2/7) pagi WIB di Stadion San Francisco Bay Area, AS.
Dua gol AS ke gawang Bosnia dalam pertandingan itu disarangkan oleh Folarin Balogun dan Malik Tillman.
Malapetaka sempat melanda AS di babak kedua ketika sang pencetak gol, Balogun, diganjar kartu merah langsung oleh wasit. Kehilangan satu pemain mengubah total alur permainan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alih-alih terus menyerang, Christian Pulisic dan kolega dipaksa mundur dan memperagakan gaya pertahanan rapat nan pragmatis yang sempat menjadi identitas timnas AS selama berdekade-dekade lalu.
Gempuran bertubi-tubi Bosnia sempat membuat lini belakang AS goyah, namun koordinasi apik yang digalang bek Chris Richards sukses mementahkan setiap peluang emas lawan.
"Momen setelah kartu merah itu adalah saat di mana kami harus menunjukkan bahwa kami adalah sebuah tim yang bersatu. Itu adalah waktu yang tepat untuk membuktikan kepada semua orang, dan diri kami sendiri, bahwa ucapan 'kami adalah keluarga' bukan sekadar omong kosong," ujar Mauricio Pochettino dengan nada bangga dalam konferensi persnya, seperti dilansir ESPN.
Pochettino juga mengakui sulit untuk menggambarkan perasaan timnya, karena dia percaya tim berjulukan The Yanks ini sudah bermain luar biasa dan terlebih tak ada laga mudah di Piala Dunia.
"Saya pikir kedewasaan tim sangat luar biasa dalam cara kami berkembang dalam lima-enam minggu terakhir," tutur pelatih asal Argentina ini.
Pochettino juga membela kartu merah yang diterima Folarin Balogun. Menurut dia, aksi Balogun sama sekali tidak layak diganjar kartu merah.
"Itu sama sekali bukan kartu merah. Melihatnya di TV, tidak pernah ada niat untuk menginjak pemain," beber Pochettino.
"Itu adalah tindakan normal dalam sepak bola. Itu terjadi secara tidak sengaja dan tidak pernah disengaja. Itulah mengapa bagi saya itu bukan kartu merah," ungkap pelatih berusia 54 tahun itu.
(wiw/nva) Add
as a preferred source on Google
