FIFA Kecam Upaya Melemahkan Infantino
FIFA mengecam upaya melemahkan presiden mereka, Gianni Infantino, yang enggan mundur karena desakan usai rencana penjualan saham Piala Dunia.
Infantino diminta mundur dari jabatan Presiden FIFA setelah rencananya menjual saham Piala Dunia kepada swasta ditentang banyak asosiasi dan konfederasi.
UEFA, AFC, dan Concacaf jadi yang paling vokal menentang rencana Infantino itu. UEFA juga yang bersuara keras mendesak Infantino mundur akibat kelewat batas dalam menggunakan kekuasaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Infantino akhirnya membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia. Namun pria berdarah Italia dan Swiss itu menolak mundur. Infantino bahkan akan tetap maju sebagai kandidat Presiden FIFA pada pemilihan Maret 2027 mendatang.
Conmebol (Amerika Selatan) dan CAF (Afrika) tetap mendukung pencalonan Infantino. Kengototan Infantino itu memunculkan isu liar soal UEFA yang disebut membayar uang dalam jumlah besar kepada wanita. Wanita itu kemudian diduga sebagai selingkuhan Infantino saat bekerja di UEFA.
"Sejalan dengan pernyataan terbaru dari CONMEBOL dan CAF, serta hasil diskusi dengan asosiasi anggota dan konfederasi FIFA di seluruh dunia, FIFA tidak akan mendukung, memfasilitasi, atau menoleransi proses pemilihan Presiden FIFA apa pun yang tidak sejalan dengan Statuta FIFA, prosedur demokratis, dan kerangka tata kelola yang telah ditetapkan," ujar juru bicara FIFA.
FIFA kemudian menyatakan pemberitaan baru-baru ini merupakan upaya melemahkan lembaga tersebut dan Infantino.
"Semakin jelas terlihat adanya upaya terorganisir dan berkelanjutan dari pihak-pihak tertentu untuk melemahkan FIFA dan Presidennya. Mereka yang tidak mendapat dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berupaya mencapai tujuan melalui tuduhan, sindiran, atau informasi keliru, hal-hal yang tidak dapat mereka capai melalui proses demokratis FIFA yang telah mapan," tutur FIFA.
"Pemberitaan terkini memuat pernyataan yang tidak berdasar serta klaim yang terbukti keliru mengenai FIFA dan Presidennya. Spekulasi dan sindiran tidak boleh disajikan sebagai fakta, dan pengulangan suatu tuduhan tidak menjadikannya sebuah kebenaran.
(sry/sry)