Pakar Petakan Dampak Kenaikan Harga Pertamax Buat Pemilik Mobil

VoxPop
Selasa, 16 Jun 2026 15:25 WIB
Menurut pakar dari Unpad, sebagian masyarakat yang biasa menggunakan Pertamax tidak akan berhenti berpergian tetapi pindah ke Pertalite.
Menurut pakar dari Unpad, sebagian masyarakat yang biasa menggunakan Pertamax tidak akan berhenti berpergian tetapi pindah ke Pertalite. (VoxPop/Safir Makki)
Jakarta, VoxPop --

Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti memaparkan pengaruh kenaikan harga Pertamax untuk berbagai lapisan masyarakat. Dia menyebut yang paling kena dampaknya adalah kelompok terkaya.

Harga Pertamax telah naik menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300. Sementara banderol BBM subsidi Pertalite tak berubah Rp10.000 per liter.

Selisih Pertamax dan Pertalite saat ini sebesar Rp6.250 per liter, terlebar sepanjang sejarah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yayan membedakan lapisan masyarakat berdasarkan sistem peringkat pemerintah yang membaginya menjadi Desil 1-10. Pada kelompok rumah tangga Desil 1 atau kategori termiskin, disebut tidak terlalu terpengaruh karena tak menggunakan Pertamax.

Pada Desil 5-7 atau kelas menengah, menurut Yayan sebagian bakal pindah memakai Pertalite. Sedangkan Desil 8-9, kelas menengah atas yang disebut pengguna mobil reguler, bakal mengalami peningkatan biaya per bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut pemilik mobil yang biasa mengisi 100 liter Pertamax per bulan harus menambah biaya sekitar Rp395 ribu per bulan. Sedangkan pengendara motor yang mengonsumsi 30 liter sebulan mesti menambah biaya sekitar Rp119 ribu.

Menurut Yayan ketika harga Pertamax naik, sebagian orang tidak mengurangi intensitas berpergian tetapi pindah memakai BBM Pertalite yang lebih murah.

"Belajar dari pengalaman April 2022, ketika Pertamax naik 39 persen dan sekitar satu dari delapan orang pembeli pindah ke Pertalite, kami perkirakan penjualan Pertamax turun sekitar 10 persen," ujar Yayan.

Meski begitu Yayan memprediksi kuota Pertalite masih cukup menampung perpindahan. Dia bilang cuma sepertiga dari sisa kuota yang bakal terpakai.

Pada Desil 10, kelompok rumah tangga terkaya, disebut akan memikul beban terbesar, sebab armada perusahaan, kendaraan operasional perkebunan dan tambang dilarang memakai BBM bersubsidi Pertalite.

"Singkatnya, sekitar separuh dari total beban kenaikan ini ditanggung oleh 20 persen rumah tangga terkaya. Kenaikan Pertamax bekerja seperti pajak yang lebih banyak menyasar orang mampu," ucap Yayan.

Pertamina pastikan Pertalite tidak langka

Pertamina Patra Niaga memastikan Pertalite tidak akan mengalami kelangkaan dan distribusinya ke seluruh jaringan SPBU bakal berjalan normal sesuai penugasan pemerintah.

"Kami mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dengan membeli BBM sesuai kebutuhan dan sesuai dengan peruntukannya serta sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan," ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.

(fea) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]