Nintendo Suntik Mati Switch Gen 1 di Eropa Mulai 2027, Ada Apa?

VoxPop
Rabu, 08 Jul 2026 14:30 WIB
Nintendo akan hentikan penjualan Nintendo Switch generasi pertama di Eropa mulai Februari 2027, terkait regulasi baterai baru.
Nintendo akan hentikan penjualan Nintendo Switch generasi pertama di Eropa mulai Februari 2027, terkait regulasi baterai baru. (Foto: Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, VoxPop --

Nintendo akan menghentikan penjualan perangkat keras Nintendo Switch generasi pertama ke peritel di Eropa mulai pertengahan Februari 2027. Penghentian ini terkait dengan aturan baterai yang bisa diganti yang ditetapkan di wilayah tersebut.

Produk yang akan absen dari pasar Eropa mencakup Nintendo Switch generasi awal, Nintendo Switch Lite, dan Nintendo Switch OLED Model.

Dalam laman dukungan resminya yang dikutip Rabu (8/7), Nintendo mengatakan penjualan ketiga model tersebut di Nintendo Store juga akan dihentikan pada periode yang sama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Nintendo menegaskan konsol-konsol ini akan tetap diproduksi sepanjang 2026 dan diperkirakan masih tersedia luas di pasar Eropa hingga akhir tahun ini, sebelum penghentian resmi berlaku awal 2027.

Langkah ini merupakan konsekuensi dari perubahan regulasi baterai Uni Eropa (UE) yang mulai berlaku pertengahan Februari 2027.

Untuk mematuhi aturan baru tersebut, Nintendo memilih tidak merevisi Switch generasi pertama dengan baterai yang dapat diganti sendiri oleh pengguna (user-replaceable battery), melainkan menghentikan lini produk ini sepenuhnya di Eropa begitu regulasi mulai berlaku.

Sebagai gantinya, Nintendo akan berfokus merombak baterai sejumlah produk Nintendo Switch 2 dan aksesorinya agar sesuai regulasi baru.

Proses ini dilakukan secara bertahap mulai musim panas 2026, dengan produk revisi tambahan menyusul pada musim gugur, musim dingin, hingga awal 2027.

Nintendo menegaskan tidak ada perbedaan fungsionalitas antara produk versi saat ini dengan versi revisi berbaterai dapat diganti.

Konsol Nintendo Switch 2 dijadwalkan mendapat versi revisi pada musim gugur 2026, dengan kapasitas baterai turun sekitar 1 persen menjadi 5.172 mAh dari sebelumnya 5.220 mAh, serta bobot naik sekitar 10 gram menjadi sekitar 411 gram.

Nintendo Switch 2 Pro Controller turut direvisi pada musim dingin 2026, dengan kapasitas baterai turun lebih signifikan, sekitar 16 persen, menjadi 897 mAh dari sebelumnya 1.070 mAh.

Sejumlah aksesori lain seperti Joy-Con 2, kontroler N64, dan kontroler GameCube untuk Nintendo Switch 2 turut mendapat revisi serupa dengan jadwal bertahap hingga awal 2027.

Nintendo menyebut kit penggantian baterai untuk masing-masing produk akan tersedia dibeli lewat Nintendo Store di Eropa pada waktu mendatang.

Sementara itu, sejumlah aksesori retro seperti NES Controller dan SNES Controller for Nintendo Switch dipastikan tidak akan mendapat versi revisi baterai yang dapat diganti, dan turut dihentikan penjualannya di Nintendo Store setelah pertengahan Februari 2027.

Produk revisi maupun kebijakan penghentian ini berlaku di wilayah operasional Nintendo of Europe, baik secara langsung maupun lewat distributor. Kebijakan ini berlaku di puluhan negara kawasan Eropa serta sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika seperti Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.

Lebih lanjut, Nintendo menegaskan penghentian penjualan perangkat keras generasi pertama ini tidak memengaruhi pustaka gim yang telah dimiliki pengguna Nintendo Switch.

Layanan seperti Nintendo eShop dan Nintendo Switch Online disebut akan tetap berjalan untuk jangka waktu mendatang, sehingga pemilik konsol lama tetap dapat menikmati koleksi gim dan layanan daring seperti biasa.

(lom) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]