Buruh Pabrik AC di China Lembur Gegara Eropa Dilanda Gelombang Panas

isa | VoxPop
Minggu, 05 Jul 2026 09:20 WIB
Buruh pabrik AC di China harus kerja lembur karena permintaan AC melonjak di tengah gelombang panas yang menerjang Eropa belakangan ini.
Buruh pabrik AC di China harus kerja lembur karena permintaan AC melonjak di tengah gelombang panas yang menerjang Eropa belakangan ini. (istockphoto/ Rawpixel)
Jakarta, VoxPop --

Buruh pabrik penyejuk udara (AC) di China harus kerja lembur karena permintaan AC melonjak di tengah gelombang panas yang menerjang Eropa belakangan ini.

Salah satu produsen AC, Midea, menyatakan pabrik pendingin udara perusahaan di Shunde, Provinsi Guangdong saat ini bekerja tanpa henti untuk meningkatkan produksi model PortaSplit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Unit-unit tersebut dikirim dengan cepat ke Eropa melalui kereta barang China-Eropa.

"Kami telah melihat pertumbuhan penjualan yang kuat di beberapa bagian Eropa Barat," demikian pernyataan resmi Midea, dikutip Global Times, Sabtu (27/6).

Mereka lalu berujar, "Penjualan pendingin udara kami di pasar dengan penetrasi pendingin udara yang relatif rendah, termasuk Prancis, Spanyol, Jerman, dan Inggris, semuanya mencatat peningkatan tahunan lebih dari 70 persen.

Selain Midea, merek peralatan rumah tangga utama China seperti Gree dan TCL juga meningkatkan produksi AC.

Jumlah permintaan AC yang meningkat itu terjadi saat cuaca panas ekstrem menerjang sejumlah negara di Eropa termasuk Prancis, Jerman, dan Polandia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 1.300 orang tewas imbas gelombang panas yang menghantam sejumlah negara di Eropa sejak Juni.

Sekretaris Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan gelombang panas kini menjadi fenomena setiap tahun yang mengkhawatirkan.

Dia juga mengatakan gelombang panas bisa menjadi pembunuh diam-diam dan fasilitas di Eropa termasuk sekolah hingga perkantoran tidak dibangun untuk suhu ekstrem.

(bac) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]