Iran Bacakan Ayat Khusus Buat Delegasi Asing di Pemakaman Khamenei
VoxPop
Senin, 06 Jul 2026 09:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Jakarta, VoxPop --
Otoritas Iran membacakan ayat-ayat Al Quran khusus untuk delegasi asing yang hadir dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Minggu (5/6).
Khamenei tewas dalam serangan brutal Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu. Iran lantas membalas serangan dan pertempuran pun sempat terjadi berbulan-bulan.
Dalam prosesi pemakaman ini, lantunan ayat yang dibacakan menunjukkan hubungan hingga pesan yang ingin disampaikan Iran untuk para delegasi.
Pemilihan ayat juga tampaknya ditujukan secara simbolis untuk menegaskan arah perjuangan Iran sekaligus memperjelas posisi masing-masing pemerintah di mata Teheran.
Berikut ayat-ayat yang dibacakan otoritas Iran ke sejumlah delegasi asing yang hadir di prosesi pemakaman Khamenei.
Arab Saudi
Saat delegasi Saudi hendak memberi penghormatan di peti jenazah mendiang Khamenei, lantunan ayat 13 surat Al Imran menggema.
"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan Muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya," demikian arti ayat 13 QS Al Imran.
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)," imbuh arti ayat tersebut.
Ayat tersebut menggambarkan bukti kekuasaan Tuhan dalam Perang Badar, saat pasukan Muslim yang sedikit berhasil mengalahkan pasukan musuh yang lebih banyak.
Pertempuran Badar terjadi di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Arab Saudi pada tahun 624 M.
Menurut Middle East Eye, jika ditafsirkan dengan saksama, ayat tersebut juga mengisyaratkan salah satu kemenangan pertama Islam dan kenangan peradaban bersama antara Teheran dan Riyadh.
Namun, Iran bukan cuma selamat perang. Mereka justru muncul dari perang itu dengan mengendalikan Selat Hormuz. Sementara itu, Arab Saudi diam-diam bersekutu dengan AS selama perang dan bahkan dilaporkan ikut menyerang Iran.
Beberapa pihak lain menilai ayat itu menegaskan kemenangan Iran atas AS dan Israel.
Ini ayat-ayat Al Quran yang dibacakan Iran ke delegasi Lebanon sampai Saudi, baca di halaman berikutnya >>>
Lebanon
Ketika delegasi Lebanon memberikan penghormatan terakhir, panitia membacakan An Nisa ayat 66.
"Sekiranya Kami perintahkan mereka untuk mengorbankan diri atau meninggalkan rumah mereka, niscaya tidak akan ada seorang pun yang taat kecuali sedikit. Sekiranya mereka melakukan apa yang Kami anjurkan, niscaya itu akan jauh lebih baik dan lebih menenangkan bagi mereka," demikian arti ayat itu dalam bahasa Indonesia.
Jika ditarik lebih luas, ayat itu berisi teguran terhadap pemerintah Lebanon yang gagal melawan Israel dan melindungi penduduknya.
Ketika delegasi Arab Saudi maju untuk memberikan penghormatan di hadapan peti jenazah Khamenei di Grand Mosalla, Teheran, lantunan ayat Al Quran yang mengiringinya langsung menarik perhatian.
Ayat yang dibacakan adalah Surah Ali Imran ayat 13, yang mengisahkan Perang Badar, ketika pasukan Muslim yang jauh lebih sedikit jumlahnya dan minim perlengkapan berhasil mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar "atas kehendak Allah".
Ayat tersebut dipandang sebagai rujukan yang jelas terhadap apa yang kini semakin banyak disebut sebagai kemenangan Iran atas Amerika Serikat dan Israel dalam perang melawan negara itu.
Perang Badar sendiri terjadi pada 624 M di wilayah yang kini menjadi bagian dari Arab Saudi. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah apakah pembacaan ayat tersebut dimaksudkan sebagai bentuk penghormatan, sindiran, atau bahkan keduanya. Namun, kecil kemungkinan ayat itu dipilih secara kebetulan.
Jika dimaknai secara positif, ayat tersebut merujuk pada salah satu kemenangan pertama dalam sejarah Islam sekaligus menjadi pengingat akan memori peradaban yang sama-sama dimiliki Teheran dan Riyadh.
Saat delegasi Qatar, Turki, Pakistan, dan Mesir memberi penghormatan terakhir, mereka disambut dengan ayat-ayat yang menggambarkan pujian.
Panitia melantunkan QS Al Fath ayat 1 saat delegasi ketiga negara itu mendekati peti jenazah Khamenei. Teheran seperti ingin memuji peran mereka sebagai mediator dan kawan.
Ayat itu berisi maklumat dari Tuhan soal kemenangan nyata bagi pengikut Nabi Muhammad.
"Sesungguhnya kami telah menganugerahkan kepadamu kemenangan yang nyata," demikian bunyi surat itu dalam terjemahan bahasa Indonesia.
Iran bahkan memberi doa khusus untuk Pakistan, "Berikanlah aku jalan masuk yang terhormat dan jalan keluar yang terhormat."
Sejak memimpin jalur diplomatik, Qatar dan Pakistan menggunakan hubungan pribadinya dengan Presiden AS Donald Trump guna menjembatani jurang pemisah Iran dan AS.
Sementara Mesir dibacakan ayat yang menjanjikan "Taman Keabadian" kepada orang-orang saleh, sebuah bagian yang fokus ke imbalan tanpa gambaran medan perang sama sekali.
Inilah pemerintahan-pemerintahan yang berada di antara dua dunia: terikat dengan Iran melalui perdagangan, mediasi, atau politik regional, tetapi tidak bersedia dianggap sebagai mitra ideologis dalam gerakan perlawanan bersenjata.
Saat delegasi Rusia, China, dan India memberi penghormatan, ayat yang terdengar jauh lebih tenang.
Ayat-ayat ini berbicara tentang kebenaran, ketenangan, dan pahala, bukan soal peperangan.
Otoritas Iran membacakan QS Al Qashas ayat 83 ke delegasi Rusia. Ayat tersebut berbicara soal "Rumah Abadi di Akhirat," yang diperuntukkan bagi "mereka yang tidak mencari tirani maupun kerusakan di bumi."
Iran lalu melantunkan QS Ali Imran ayat 126 untuk delegasi China.
"Allah menetapkan ini hanya sebagai kabar baik bagi kalian dan penegasan bagi hati kalian. Dan kemenangan hanya datang dari Allah," demikian ayat tersebut.
Sementara itu, India menerima ayat Ali Imran ayat 139 yang berisi seruan agar "jangan goyah atau berduka."
Inilah negara-negara yang muncul, memberikan legitimasi kepada Iran, tetapi tidak dilibatkan dalam kisah perlawanan.
Proksi Iran
Panitia juga melantunkan ayat khusus saat delegasi Hamas, Hizbullah, Jihad Islam, Houthi, Hashd Al Shaabi, dan Afghanistan.
Milisi-milisi itu punya relasi yang baik dengan Iran dan kerap disebut proksi negara tersebut.
Ayat-ayat yang dipilih memiliki tema yang sama: mati syahid, janji yang tak pernah putus kepada Tuhan, dan kemenangan.
Hamas disambut dengan QS Al Imran ayat 139, menggambarkan suatu kaum "yang sudah membuktikan kesetiaan mereka pada apa yang telah mereka janjikan kepada Tuhan."
Sementara itu, Houthi dibacakan QS Al Fath ayat 29 yang berisi keras terhadap musuh dan lunak terhadap kawan atau sesama.
Taliban dan Jihad Islam disambut dengan ayat pembuka Al Fath yang berisi "kemenangan yang nyata."
Fakta bahwa bagian yang sama digunakan untuk dua gerakan yang sangat berbeda menunjukkan ada pesan bahwa kemenangan Taliban, dan sekarang Iran, atas AS bisa ditiru oleh Palestina melawan pendudukan Israel.