Israel Mau Tarik Sebagian Pasukan dari Gaza Diganti ISF, Mulai Lunak?

VoxPop
Minggu, 09 Agu 2026 14:30 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu reacts at a joint press conference with U.S. Secretary of State Marco Rubio (not pictured) at the Prime Minister's Office, during Rubio's visit, in Jerusalem, September 15, 2025. REUTERS/Nathan Howard/Pool
Israel disebut mempertimbangkan rencana penarikan sebagian pasukan di Jalur Gaza, Palestina dan menggantinya dengan pasukan stabilisasi internasional (ISF). (Foto: REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta, VoxPop --

Badan-badan keamanan Israel disebut sedang mempertimbangkan rencana penarikan sebagian pasukan di Jalur GazaPalestina dan menggantinya dengan pasukan stabilisasi internasional (ISF).

Media lokal Israel, Channel 12 Israel, yang dikutip Anadolu Agency pada Minggu (9/10) melaporkan para pejabat keamanan Israel sudah membahas opsi itu dalam beberapa hari terakhir sebagai bagian tindak lanjut gencatan senjata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah-langkah pembentukan "Pasukan Stabilisasi Internasional" dilaporkan sudah dimulai, Israel juga disebut menyetujui pasukan itu masuk ke area tertentu di Gaza.

Namun, laporan tersebut tak menyebut area mana saja yang mendapat lampu hijau dari Israel.

Israel sebelumnya enggan menarik pasukan meski ada kesepakatan baru soal pelucutan senjata Hamas. Pelucutan ini juga bagian dari fase kedua gencatan senjata usulan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi, penarikan pasukan akan dilakukan jika pelucutan senjata faksi-faksi di Palestina rampung. Namun, Hamas menegaskan tak akan mematuhi perjanjian tersebut jika Israel melanggar peraturan.

Israel punya riwayat melanggar gencatan senjata. Pada pekan lalu saja, setelah ada kesepakatan pelucutan Hamas, mereka menggempur habis-habisan Gaza. Imbas operasi ini, 26 warga tewas termasuk perempuan dan anak-anak.

Israel meluncurkan agresi brutal ke Palestina pada Oktober 2023. Selama operasi, mereka menggempur warga dan objek sipil. Akibatnya, fasilitas dan rumah warga sipil hancur, jutaan orang terpaksa mengungsi, dan lebih dari 73.000 orang tewas.

Selama agresi, Israel juga menerapkan blokade total ke Gaza sehingga bantuan kemanusiaan nyaris tak bisa masuk. Selain itu, mereka menyebar pasukan ke seluruh Gaza dan mendirikan pangkalan militer di sana.

(rds/rds)


[Gambas:Video CNN]