Terima Kasih Telah Mengikuti Live Report VoxPop.com!
Terima kasih telah mengikuti live report VoxPop.com. Sampai jumpa di live report lainnya. Ikuti terus kabar terkini Piala Dunia 2026 hanya di Gempita Bola Dunia yang bisa diklik di sini.
Selamat malam pembaca VoxPop.com di mana pun berada, terima kasih telah mengikuti laga Spanyol vs Cape Verde dalam laga Grup H Piala Dunia 2026.
Terima kasih telah mengikuti live report VoxPop.com. Sampai jumpa di live report lainnya. Ikuti terus kabar terkini Piala Dunia 2026 hanya di Gempita Bola Dunia yang bisa diklik di sini.
Spanyol gagal mencetak gol hingga laga bubar. Serangan demi serangan tak berujung gol dan salah satu tim yang difavoritkan sebagai juara Piala Dunia 2026 itu harus puas dengan satu poin.
Bagi Cape Verde, debut di Piala Dunia dan mampu menahan Spanyol adalah hal yang indah untuk dikenang.
Spanyol tak henti-henti mencoba menguasai bola dan kemudian merangsek ke area pertahanan Cape Verde. Gol yang dicari tak kunjung ada. Pemain-pemain Cape Verde berusaha keras menghambat laju Lamine Yamal dan kawan-kawan.
Cape Verde punya kesempatan mencetak gol melalui Diney Borges. Bola yang dilepaskan Borges masih bisa ditangkap Unai Simon.
Lamine Yamal, Mikel Merino, dan Dani Olmo menghadirkan serangan yang menggigit, tetapi masalah utama Spanyol belum bisa diatasi. Finishing masih jadi kendala yang seperti tidak ada solusinya.
Aliran bola Spanyol kerap bergulir melalui sisi kanan, di mana Lamine Yamal berdiri dan beroperasi.
Pemuda 18 tahun itu langsung jadi tumpuan.
Lamine Yamal beberapa kali melakukan aksi individu di area sayap. (IMAGN IMAGES via Reuters/Brett Davis) |
Spanyol terus mengurung pertahanan Cape Verde. Saat ini Cape Verde masih terus sibuk bertahan dan dipaksa untuk menempati area sepertiga akhir.
Merino langsung memberi dampak. Tak lama setelah masuk, Merino melepaskan tembakan yang mengarah ke gawang. Seluruh pemain, ofisial, dan penonton deg-degan, cuma satu yang tetap tenang. Tak lain tak bukan, orang itu adalah Vozinha yang menangkap bola dengan baik.
Setelah 70 menit tanpa kemajuan berarti di lini serang, De La Fuente mengambil opsi memasukkan Yamal dan Merino. Yamal menggantikan Gavi, sedangkan Merino menggantian Fabian Ruiz.
Pemain-pemain Spanyol dan Cape Verde mendapat arahan dari pelatih masing-masing di masa hydration break.
Tampaknya Lamine Yamal sedang dipersiapkan masuk. Saat ini pemain Barcelona itu sudah di pinggir lapangan.
Bagi pembaca VoxPop.com yang ingin mengikuti segala berita dan kabar terbaru soal Piala Dunia, jangan lupa kunjungi microsite Gempita Bola Dunia
Deroy Duarte, Nuno Da Costa, dan Willy Semedo masuk dan menjadi asupan 'darah' segar untuk Cape Verde menggantikan Laros Duarte, Dailon Livramento, dan Jovane Cabral.
Apakah ini cara Cape Verde melakukan serangan balik? Masih ada 25 menit lagi tersisa untuk mengetahui jawabannya.
Vozinha tidak hanya piawai melakukan penyelamatan, menepis atau menangkap bola yang mengarah ke gawang, tetapi juga baik dalam memotong bola umpan silang.
Kiper yang bermain di klub Chaves, Portugal, itu benar-benar jadi 'musuh' bagi pemain-pemain atau bahkan fans Spanyol.
Tanpa Vozinha, Cape Verde bisa saja kebobolan empat kali pada babak pertama.
Tanpa Lamine Yamal dan Nico Williams, penyelesaian akhir Spanyol masih belum seperti yang diharapkan. Setelah tidak ada gol pada babak pertama, Spanyol punya peluang pada awal babak kedua, tetapi sepakan-sepakan jarak jauh hanya melambung jauh terbang tinggi di atas mistar.
Ferran Torres melepaskan tembakan, tetapi masih mudah bagi Vozinha.
Seandainya skor tetap imbang tanpa gol, Vozinha layak mendapat penghargaan pemain terbaik lantaran deretan penyelamatan yang krusial.
Baik Luis De La Fuente di kubu Spanyol dan Pedro Bubista di kubu Cape Verde masih tetap percaya pada pemain-pemain yang main sejak menit pertama.
Evaluasi berjalan sembari waktu berlalu. Lamine Yamal bisa jadi bakal bermain jika Spanyol tak kunjung mencetak gol.
Lamine Yamal masih berada di bangku cadangan Spanyol. (REUTERS/Siphiwe Sibeko) |
Pertandingan babak kedua bisa saja bakal mengulangi alur dan ritme seperti babak pertama. Spanyol masih memegang dominasi, dan Cape Verde bertahan solid.
Misteri 45 menit kedua akan terjawab seiring detik-detik yang berlalu menuju peluit panjang di ujung laga.
Spanyol mendominasi babak pertama. Ada 12 tembakan yang dilepaskan La Furia Roja, dan empat di antaranya mengarah ke gawang. Skor tidak berubah lantaran kiper gaek Vozinha yang berusia 40 tahun tampil cemerlang menghalau upaya Ferran Torres dan Mikel Oyarzabal.
Vozinha menangkap bola yang dilepaskan Ferran Torres. (REUTERS/Siphiwe Sibeko) |
Wasit Adham Makhdameh meniup peluit tanda babak pertama usai. Skor imbang tanpa gol. Bukan hasil yang diharapkan Spanyol, tapi sebaliknya dengan Cape Verde.
Gagal mencetak gol dari skema open play, Spanyol mencoba memaksimalkan situasi bola mati. Aymeric Laporte menyundul bola dari sepak pojok, Vozinha setia menjaga gawang dan melakukan blok.
Kalau begini caranya, ini seperti Spanyol vs Vozinha.
Spanyol terus gencar mencecar gawang Cape Verde. Pada menit terakhir waktu normal, crossing mendatar dari Cucurella membuat bola sampai di kaki Torres. Sepakan kaki kiri Torres membuat bola mengarah ke gawang.
Apakah si kulit bulat masuk ke gawang? Tidak!
Bola ditangkap dengan baik oleh Vozinha. Pemain paling sibuk sekaligus paling mengundang decak kagum sejauh ini.
Spanyol makin mengganas. Lagi, lewat sebuah upaya bola panjang ke sisi kiri yang disambut Cucurella, Spanyol kemudian punya kans mencetak gol melalui Ferran Torres. Bola mengenai mistar.
Setelah itu giliran Oyarzabal yang menanduk bola. Vozinha tampil apik melakukan penyelamatan. Gerakannya indah, penyelamatannya gagah, penonton terperangah.
Spanyol vs Cape Verde masih imbang tanpa gol ingga menit ke-42.
Spanyol mencetak sebuah peluang pertama yang masuk kategori berbahaya. Bola panjang ke sisi kiri disambut sundulan Marc Cucurella. Si kulit bundar kemudian mengarah ke kaki Pedri. Pemain Barcelona itu pun melepaskan tembakan. Bola ditepis Vozinho yang berada di bawah mistar Cape Verde.
Wasit meniup peluit. Ternyata Cucurella terperangkap offside.
Hingga pertandingan berlangsung lebih dari 30 menit, Spanyol masih kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Saat Ferran Torres dan kawan-kawan menemukan jalan buntu, di situlah kepercayaan diri Cape Verde muncul.
Cape Verde masih kerap diserang dan kesulitan membangun serangan, tetapi sepertinya mereka tidak gentar.
Selepas hydration break, Cape Verde tampak haus menguasai bola. Kesebelasan wakil Afrika itu sempat membuat bola kembali berada di kotak penalti Spanyol.
Mengingat lawan yang mulai berani meninggalkan area pertahanan, Spanyol bisa saja mencari celah lowong yang bakal menguntungkan pergerakan lini serang mereka.
Dailon Livramento mencoba memberi tekanan kepada Pau Cubarsi. (Photo by Buda Mendes / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP) |
Cape Verde lebih sering berada di area pertahanan sendiri, tetapi tidak ada salahnya menggalang serangan dan menebar ancaman ke area pertahanan lawan.
Bola masih bisa dihalau Aymeric Laporte dan kawan-kawan. Patah serangan Cape Verde, tetapi tak ada istilah patah harapan dari para pemain yang punya rasa bangga membawa negaranya untuk kali pertama tampil di Piala Dunia.
Pedri menemukan celah untuk melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sepakan pemain Barcelona itu masih lemah sehingga kiper Cape Verde, Vozinho, bisa menangkap bola tanpa kesulitan.
Pedri mencoba melepaskan diri dari kawalan Diney Borges (Getty Images via AFP/FLORENCIA TAN JUN) |
Sebuah corssing melayang dari sisi kiri Spanyol. Mikel Oyarzabal sudah ambil ancang-ancang menyundul umpan matang, tetapi bola dihalau.
Cape Verde tentu tahu kesigapan adalah salah satu kunci menjaga agar Spanyol tidak 'menggila' selama 2x45 menit.
Anak asuh Luis De La Fuente terus mencoba membuka kunci gerendel yang dipasang Cape Verde sejak menit pertama.
Spanyol mencari gol pertama di Piala Dunia tanpa Lamine Yamal yang ada di bangku cadangan. Pemain Barcelona itu memang dikabarkan belum benar-benar fit. Ada masalah minor yang membuatnya disimpan.
Pertandingan sudah berjalan tiga menit. Timnas Spanyol mendominasi penguasaan bola. Mayoritas pergerakan si kulit bulat juga ada di area permainan Cape Verde. Situasi ini sepertinya bukan hal yang aneh mengingat gaya main La Furia Roja memang seperti itu.
Terlepas dari itu, pertandingan masih terlalu dini untuk diprediksi. Segala hal bisa terjadi. Istilah generasi boomer, 'bola itu bundar'.
Berikut susunan pemain inti Spanyol vs Cape Verde:
Spanyol: Unai Simon; Llorente, Pau Cubarsi, Cucurella, Laporte; Pedri, Rodri, Ruiz; Torres, Oyarzabal, Gavi.
Cape Verde: Vozinha; Moreira, Lopes, Diney, Lopes Cabral; Pina, Duarte; Ryan Mendes, Monteiro, Cabral; Livramento
as a preferred