ANALISIS

Ulang Tahun Ke-39 Messi dan Kado Terindah untuk Sepak Bola Dunia

Muhammad Ikhwanuddin | VoxPop
Rabu, 24 Jun 2026 08:10 WIB
Ulang Tahun Ke-39 Messi dan Kado Terindah untuk Sepak Bola Dunia
Lionel Messi adalah kado terindah bagi sepak bola dunia. (REUTERS/Claudia Greco)
Jakarta, VoxPop --

Rosario, Argentina, hari ini 39 tahun lalu, Lionel Andres Messi Cuccitini lahir sebagai buah hati Jorge dan Celia. Siapa sangka, anak ketiga dari empat bersaudara itu bukan hanya berkah bagi orang tuanya, melainkan kado untuk pecinta sepak bola di seluruh dunia.

Greatest of All Time, disingkat GOAT, terpatri dalam dirinya. Delapan Ballon d'Or, trofi Piala Dunia 2022, rekor top skor Piala Dunia sepanjang masa, dan segudang gelar sepanjang kariernya mempertegas La Pulga adalah terbaik di sepak bola.

Banyak pesepakbola hebat masih aktif hingga detik ini. Tapi Messi ada di level berbeda. Perjalanan hidupnya juga mengiring banyak cerita.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Messi datang dari keluarga ekonomi pas-pasan. Ayahnya buruh pabrik baja, sementara ibunya bekerja di pabrik magnet menyambil petugas kebersihan.

Tapi di sela-sela denting baja, sang ayah sembari melatih tim muda lokal di sana, Grandoli namanya. Akademi itu jadi titian pertama La Pulga cinta sepak bola.

La Pulgita, istilah Spanyol dengan arti 'Kutu' dalam Bahasa Indonesia. Demikian kakak-kakaknya memberi panggilan kemudian memangkasnya sebagai La Pulga. Maknanya sama: kecil dan lincah.

Kecilnya postur Messi merupakan bawaan lahir karena gangguan hormon pertumbuhan (GHD). Namun kondisi fisiknya justru jadi katalis kelincahannya dalam mengolah bola sejak belia.

Kondisi fisik Messi baru diketahui saat sudah bergabung dengan akademi klub lokal di Rosario, Newell's Old Boys. Situasi itu sempat membuat keluarga Messi kelimpungan karena butuh biaya tinggi untuk menopang sang anak bisa berkembang.

Banner Gempita Bola 2026

Yakin dengan bakat emas Messi, Newell's Old Boys sepakat untuk memberi subsidi biaya perawatan agar meringankan asuransi orangtuanya dari pabrik. Di saat bersamaan, ayah Messi malang-melintang ke berbagai klub besar agar anaknya ikut ujicoba.

Klub raksasa Argentina, River Plate sempat tertarik dengan Messi muda. Namun Newell's Old Boys ingin kontrak permanen. Perjanjian kemudian batal.

Hingga akhirnya, ayah Messi menghubungi sanak saudara di Barcelona. Gayung bersambut dan Messi ikut tes di La Masia. Di sanalah Carles Rexach, salah satu direktur di Barcelona melihat bakatnya.

Februari 2001, Messi dan keluarganya pindah ke Barcelona. Setahun di La Masia, Messi tergabung ke 'Baby Dream Team' berisi nama-nama potensial seperti Cesc Fabregas dan Gerard Pique pada musim 2002/2003.

Di musim pertamanya itu, Messi jadi top skor dengan 36 gol dari 30 pertandingan. Meski tulang pipinya sempat patah dan terpaksa menggunakan topeng pelindung, rentetan gelar junior seperti Piala Spanyol dan Copa Catalunya berhasil dipersembahkan.

Dari panggung tersebut, Messi disebut sempat dilirik Arsenal. Rekannya, Fabregas, memilih hijrah ke London. Pique juga sepakat merantau ke Manchester. La Pulga menetap di Barcelona.

Keputusan itu justru berbuah sejarah.

Add as a preferred
source on Google
Sempat Dihina Bersama Argentina, hingga Juara Dunia BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2