Sundulan McTominay Ditangkap Alisson
Skotlandia nyaris memperkecil ketinggalan jadi 1-2 pada menit ke-49.
Akan tetapi sundulan Scott McTominay yang memanfaatkan umpan silang mengarah ke kiper Alisson Becker.
Selamat mengikuti live report timnas Skotlandia vs Brasil dalam laga Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion Miami, Kamis (25/6) pagi WIB.
Skotlandia nyaris memperkecil ketinggalan jadi 1-2 pada menit ke-49.
Akan tetapi sundulan Scott McTominay yang memanfaatkan umpan silang mengarah ke kiper Alisson Becker.
Rayan memiliki peluang gol pada menit ke-46. Namun dia terlalu terburu-buru melepaskan tembahan, sehingga Angus Gunn bisa menepisnya.
Unggul 2-0 pada babak pertama tidak membuat Brasil meningkatkan serangan pada awal babak kedua.
Marquinhos dan kawan-kawan tetap bermain sabar, memindahkan bola dengan baik sembari mencari celah di pertahanan Skotlandia.
Brasil melakukan kickoff babak kedua.
Sementara pada pertandingan lain di Grup C Piala Dunia 2026, Maroko diimbangi Haiti 2-2 pada babak pertama.
Brasil unggul 2-0 atas Skotlandia pada babak pertama.
Seluruh gol Brasil diborong Vinicius Jr.
Rayan membuang peluang emas Brasil untuk unggul 3-0 pada babak pertama.
Setelah melewati pemain lawan, Rayan tinggal berhadapan dengan kiper Gunn.
Tetapi tembakan Rayan ke pojok kiri bawah gawang terbaca dan diblok Gunn pada menit ke-45+6.
Hanya sepak pojok untuk Brasil.
(Foto: IMAGN IMAGES via Reuters/NATHAN RAY SEEBECK) |
Vinicius akhirnya benar-benar mencetak gol kedua pada menit ke-45+4. Brasil unggul 2-0.
Gol itu lagi-lagi karena kesalahan Skotlandia. Kiper Angus Gunn salah mengantisipasi umpan silang Bruno Guimaraes dari sisi kanan.
Gunn gagal menepis bola Guimaraes. Bola yang melintas ke kiri disambar Vinicius dengan sundulan dan menjadi gol.
Matheus Cunha nyaris menggandakan keunggulan Brasil jadi 2-0 pada menit ke-45.
Saat itu Brasil menyerang dari sisi kanan. Danilo memberikan umpan terobosan kepada Vinicius.
Vinicius memberikan umpan tarik, bola disontek Cunha. Bola mengarah ke gawang Skotlandia, tetapi dibuang Lewis Ferguson.
Brasil memanfaatkan setia kesalahan Skotlandia dengan baik. (IMAGN IMAGES via Reuters/NATHAN RAY SEEBECK) |
Sepanjang babak pertama, Brasil bermain dengan cukup hati-hati. Sepertinya demi mengantisipasi serangan cepat atau direck ball Skotlandia.
Selecao tidak menyerang dengan agresif, karena Skotlandia juga masih bertahan dengan solid sejauh ini.
Peluang-peluang dari Brasil selama babak pertama tercipta karena kesalahan Skotlandia.
Sampai dengan pertandingan memasuki menit ke-40. Skotlandia masih tanpa shot on target ke gawang Brasil.
Brasil memiliki 6 tembakan selama 40 menit bermain, 1 di antaranya on target.
Sedangkan Skotlandia hanya punya 2 tembakan, namun tidak ada yang tepat sasaran.
Rayan mendapatkan ruang tembak yang ideal pada menit ke-38.
Akan tetapi placing kaki kiri Rayan dari luar kotak penalti masih jauh dari gawang Skotlandia.
Pada menit ke-36 Rayan menyodok ke kotak penalti Skotlandia dengan ditempel ketat Robertson.
Bola kemudian dibuang Lewis Ferguson.
Akan tetapi wasit memberikan tendangan gawang dibanding sepak pojok untuk Brasil. Pemain Brasil melakukan protes.
Meski sempat dalam tekanan Brasil, Skotlandia tidak ciut nyali.
Setelah pertandingan berjalan lebih dari 30 menit, Skotlandia bisa melakukan pressing kepada Brasil.
Pressing ini diperlukan guna mematahkan alur serangan Tim Samba.
Meski nyaris dua kali kesalahan karena terlalu lama memainkan bola, Skotlandia tidak trauma.
The Tartan Army tetap menerapkan operan dari kaki ke kaki dalam memberikan perlawanan.
Pada menit ke-32 tendangan Andre Robertson dari sisi kiri diblok pemain lawan. Hanya sepak pojok untuk Skotlandia.
Hasil Review VAR memutuskan gol Vinicius tidak sah.
Dalam tayangan ulang terlihat Vinicius dianggap melanggar Hendry lebih dulu sebelum mencetak gol.
Brasil tetap unggul 1-0 atas Skotlandia pada menit ke-25.
Wasit Cesar Arturo Ramos ternyata meninjau VAR guna melihat insiden yang terjadi untuk gol Vinicius.
Vinicius mencetak gol kedua untuk Brasil pada menit ke-22.
Vinicius mencuri bola dari Jack Hendry, lalu menggiring ke kotak penalti dan menaklukkan kiper Angus Gunn.
Brasil unggul 2-0 atas Skotlandia.
Vinicius beraksi di kotak penalti Skotlandia. Dia bergerak di sisi kiri serangan, seperti mencoba mencari ruang melepaskan operan, namun langsung diadang.
Sepak pojok untuk Brasil menit ke-18.
Brasil masih menyimpan Neymar di bangku cadangan.
Mantan pemain Paris Saint-Germain dan Barcelona itu berpeluang dimainkan pada babak kedua.
Merasa di atas angin, pemain Brasil mencoba memanfaatkan setiap peluang yang ada.
Salah satunya Matheus Cunha yang melepaskan tembakan kaki kanan dari luar kotak penalti, namun belum mengarah ke gawang Skotlandia pada menit ke-12.
Unggul 1-0 membuat kepercayaan diri pemain Brasil meningkat. Tim Samba kini nyaman memainkan bola di area lawan.
Skotlandia dalam tekanan Brasil.
Brasil unggul 1-0 pada menit ke-8 melalui gol Vinicius Junior.
Gol itu bermula dari kesalahan lini belakang Skotlandia yang terlalu lama memainkan bola.
Rayan merebut bola itu yang akhirnya menjadi assist untuk Vinicius.
Striker Real Madrid itu kemudian mengecoh kiper Gunn sebelum membobol gawang Skotlandia.
Casemiro melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti pada menit ketujuh, namun diblok pemain lawan.
Brasil diunggulkan menang atas SKotlandia. (REUTERS/Amanda Perobelli) |
Brasil mematahkan permainan Skotlandia dengan merebut bola, lalu melakukan serangan balik.
Namun serangan balik cepat Brasil melalui Bruno Guimaraes juga tidak lama setelah umpan silangnya dari sisi kanan ke kotak penalti dipatahkan kiper Angus Gunn.
Skotlandia mulai berani memainkan bola. Mereka mengoper bola dengan operan pendek, memindahkan bola dari sisi kanan ke kiri mencari celah di pertahanan Brasil.
Skotlandia sepertinya tidak ingin berlama-lama dengan bola dan menerapkan taktik direct ball ke lini depan.
Tetapi bola direct dari lini tengah ke depan bisa dipatahkan pertahanan Brasil pada menit kedua.
Brasil mencoba menekan Skotlandia dari sisi kiri melalui Vinicius Jr, namun gagal.
Pergerakan Vinicius dihentikan pemain Skotlandia.
Brasil yang mengenakan seragam kuning, putih, putih berada di sisi kanan layar kaca.
Skotlandia mengenakan seragam biru, biru, biru di sisi kiri televisi Anda.
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, memasukkan Neymar ke dalam bangku cadangan timnya.
Vinicius Jr dan Matheus Cunha tetap jadi andalan di lini depan.
Sementara Skotlandia mengandalkan Lawrence Shankland. Scott McTominay diharapkan jadi jenderal lapangan tengah Skotlandia.
as a preferred