Kapten Cape Verde Diterpa Kasus Pemerkosaan Jelang Laga vs Argentina

VoxPop
Senin, 29 Jun 2026 09:26 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group H - Cape Verde v Saudi Arabia - Houston Stadium, Houston, Texas, U.S. - June 26, 2026 Cape Verde's Dailon Livramento celebrates after the match as they qualify for the knockout stages of the World Cup IMA
Kapten Cape Verde dituding terlibat pemerkosaan di tengah piala dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/TROY TAORMINA)
Jakarta, VoxPop --

Gempita Cape Verde menjadi satu-satunya negara yang berhasil lolos babak 32 besar Piala Dunia 2026 tanpa menang di babak penyisihan dicoreng oleh isu miring sang kapten timnas jelang pertandingan krusial melawan Argentina.

Kapten timnas Ryan Mendes dilaporkan sedang diselidiki di Selandia Baru atas tuduhan pemerkosaan.

Seperti yang dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport, insiden tersebut diduga terjadi pada 27 Maret 2026 saat Cape Verde berada di Auckland untuk turnamen FIFA Series.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita tersebut merupakan warga negara Brasil yang tinggal di Selandia Baru. Diduga korban dipekerjakan oleh federasi lokal untuk bertugas sebagai penerjemah dan penghubung operasional untuk delegasi Cape Verde, dan menginap di hotel yang sama dengan tim.

Menurut klaimnya, ia diundang ke pertemuan tim setelah pertandingan melawan Chili. Karena mengira itu adalah pertemuan terkait pekerjaan, ia sempat hadir. Namun ia memilih kembali ke kamar hotelnya setelah mengetahui pertemuan tersebut adalah acara sosial.

Ia mengklaim tak lama kemudian, seseorang mengetuk pintunya. Mendes kemudian diduga memasuki kamarnya, menyerang, dan memperkosanya.

Meskipun tuduhan tersebut belum terbukti, La Gazzetta dello Sport mencatat bahwa wanita tersebut telah menyerahkan bukti kepada polisi, termasuk foto-foto luka yang menurutnya diderita selama penyerangan.

Banner Gempita Bola 2026

Foto-foto yang dilaporkan menunjukkan luka di mulutnya dan memar di leher, pinggul, dan kakinya. Ia juga mengunjungi klinik yang khusus menangani korban kekerasan seksual, di mana ia menjalani pemeriksaan medis dan forensik.

Laporan medis, yang juga diterbitkan oleh Globo Esporte, media yang pertama kali memberitakan hal ini, merinci memar di leher, payudara, dan bibirnya, serta luka pada alat kelamin yang sesuai dengan keterangannya.

Polisi Selandia Baru telah mengkonfirmasi penyelidikan yang sedang berlangsung, meskipun mereka belum menyebutkan nama korban, dengan alasan undang-undang privasi yang ketat di negara tersebut. Pihak berwenang juga telah mengamankan rekaman CCTV dari hotel tersebut.

Penyelidikan diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan karena pihak berwenang menunggu hasil akhir analisis forensik sebelum memutuskan apakah akan mengajukan tuntutan. Hukuman untuk kekerasan seksual di Selandia Baru dapat berupa hukuman penjara hingga 20 tahun.

Sementara itu, wanita yang diduga korban dan suaminya dilaporkan telah mengirimkan pengaduan resmi kepada FIFA dan Federasi Sepak Bola Tanjung Verde. Mereka menuntut agar Mendes diskors dari Piala Dunia.

Terlepas dari keseriusan investigasi tersebut, pemain veteran yang pernah bermain di Prancis, Inggris, UEA, dan saat ini bermain di divisi kedua Turki, tetap menjadi kapten tim.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google