UEFA Kecam Kasus Kartu Merah Balogun: FIFA Telah Melewati Batas

VoxPop
Senin, 06 Jul 2026 18:35 WIB
A photo taken on April 6, 2016 shows the logo of European football body UEFA at the UEFA headquarters in Nyon. - Swiss police raided the headquarters of European football body UEFA on April 6 following the latest revelations of a web of Panama-based
UEFA mengecam FIFA dalam pernyataan tertulis berkaitan dengan penangguhan sanksi pemain AS, Folarin Balogun. (AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, VoxPop --

Badan Administratif Sepak Bola Eropa (UEFA) mengecam FIFA berkaitan dengan kasus kartu merah pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.

FIFA secara mengejutkan menangguhkan hukuman kartu merah yang didapat Balogun saat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar, 2 Juli lalu. Penangguhan hukuman itu membuat Balogun dipastikan bisa bermain melawan Belgia, Selasa (7/7) pagi WIB.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut bahwa FIFA telah melewati batas soal kasus Balogun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keputusan untuk menangguhkan sementara selama satu tahun skorsing satu pertandingan setelah kartu merah yang diberikan kepada Folarin Balogun telah melewati batas," bunyi pernyataan resmi UEFA, Senin (6/7).

"Sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada aturan, yang merupakan dasar untuk kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan terbuka untuk diinterpretasikan, dalam kasus ini tidak."

"Ini adalah prinsip yang tertanam dalam peraturan, yang tidak dapat dikecualikan, apalagi di tengah turnamen, di mana beberapa pemain lain telah berada dalam situasi yang sama dan secara teratur menjalani skorsing mereka."

Menurut UEFA, langkah FIFA ini membuat integritas sepak bola di Piala Dunia 2026 menjadi dipertanyakan. Begitu juga dengan kredibilitas kompetisi itu sendiri.

Banner Gempita Bola 2026

"Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak. Keputusan seperti itu menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berlangsung, di mana situasi serupa sekarang akan memerlukan perlakuan yang sama, yang merugikan kompetisi," tulis UEFA.

"Sebuah turnamen tidak pernah berdiri sendiri dan jika turnamen yang dimaksud adalah Piala Dunia, ia memiliki kekuatan untuk menimbulkan konsekuensi positif atau negatif pada permainan secara keseluruhan. Kami menyatakan ketidakpercayaan kami atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini."

[Gambas:Video CNN]

(jal/dal) Add as a preferred
source on Google