AS-Iran Bentuk Unit Demi Setop Perang Israel-Hizbullah di Lebanon

VoxPop
Senin, 22 Jun 2026 14:20 WIB
US Vice President JD Vance (L) speaks next to Pakistan's Prime Minister Shehbaz Sharif (C) and Qatar's Prime Minister Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani prior to a quadrilateral meeting between the United States, Iran, Pakistan and Q
AS dan Iran sepakat membentuk unit atau deconflication cell untuk mengakhiri konflik termasuk di Lebanon. (Foto: AFP/FABRICE COFFRINI)
Jakarta, VoxPop --

Amerika Serikat dan Iran sepakat membentuk unit atau deconflication cell untuk mengakhiri konflik termasuk di Lebanon.

Mediator konflik Iran-AS, Qatar dan Pakistan, meyatakan unit itu juga mencakup upaya mengakhiri operasi militer di Lebanon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para pihak setuju membuat unit de-konflikasi, yang terdiri dari para pihak, Republik Lebanon, dan difasilitasi oleh para Mediator, untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sesuai dengan MoU," demikian pernyataan bersama mediator, CNN, Juni (22/6).

Konflik Israel dengan milisi di Lebanon, Hizbullah, terus berlanjut meski ada kesepakatan gencatan senjata.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 4.000 orang tewas imbas serangan brutal pasukan Israel sejak 2 Maret.

Lebanon terseret dalam konflik belakangan ini usai Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran pada akhir Februari. Akibat operasi tersebut, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas.

Setelah Khamenei tewas, Hizbullah meluncurkan operasi ke Israel sebagai balasan kematian Khamenei.

Hizbullah disebut-sebut sebagai proksi Iran dan mendapat sokongan senjata serta materi dari negara tersebut.

Serangan Israel ke Hizbullah juga jadi batu sandungan Amerika Serikat dan Iran yang sedang mengupayakan negosiasi damai.

AS-Iran telah meneken nota kesepahaman (MoU) yang bisa mengakhiri perang pada pekan lalu.

MoU itu mencakup penghentian pertempuan di semua front termasuk di Lebanon.

Bagi Teheran, penghentian serangan Israel terhadap sekutu terpentingnya di kawasan itu selalu menjadi tuntutan utama dalam negosiasi.

Namun, Israel tak memandang klausul itu penting dan serius. Bagi mereka, Hizbullah mengancam keamanan negaranya dan harus dimusnahkan.

(isa/rds) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]